Pijar Timur, Cahaya Barat, dan Sinar Putih

Minggu, 26 Desember 2010
Pagi menyapaku untuk bernyanyi

Menyenandungkan melodi irama hati

Cahaya barat merayuku untuk berhenti

Karena terik telah berganti

Kini bersama sinar putih aku bercengkerama

Berselingkuh mengkhianati pijar timur

Di negeri khayalan tanpa logika

Yang tak mungkin membingungkanku pada pilihan

Sungguh bahagia mendua dengannya

Tapi pijar timur mendendam

Menjauhkanku dari hangatnya rembulan

Menghadapkan pada gersangnya kehidupan

Persidangan Karakter Topeng Emas Manis

Selasa, 07 Desember 2010

Beribu wajah manusia dengan carut marut keburukan dilapisin topeng emas penuh kemanisan

Sungguh bukan lagi hal tabu yang menakutkan di masa egosentris seperti saat ini

Kepekaan diri menjadi penting untuk terhindar dari buaian yang menyesatkan

Pengelabuan dan pengkhianatan adalah sayatan sembilu yang sakitnya ribuan kali dari sekedar ejekan belaka

Inilah persidangan karakter topeng emas

Dirasakan segelitir orang untuk mematikan langkah mereka

Asah peka dirimu untuk jadi tameng kuat melawannya

Menengadah dan teruslah menengadah menatap silau kilaunya yang meleleh terbakar matahari

Menghancurkan topeng emas manis dan menyuguhkan carut marut sebagai sebuah fakta

Tak Pernah Menyesal

Jumat, 06 Agustus 2010

Selasa, 27 Juli 2010


Aku tak pernah menyesal

Selalu menjadi hal yang terlupakan

Mungkin waktu yang sedikit itu cukup bagiku

Dan kenangan yang berlalu, berhasil membentukku jadi katak dalam tempurung

Dan lagi-lagi aku tegaskan, aku tak pernah menyesal akan hal itu

Tapi ku hanya ingin meminta satu hal pada-Mu

Aku ingin Engkau memberiku kesempatan

Luang waktu panjang untuk membuat kebahagiaan

Hingga nanti ku lihat senyum terkembang

Senyum yang takkan terlupakan

Sampai kapan pun meski itu akhir waktu