Pages
oleh Nurmala Sari
Pijar Timur, Cahaya Barat, dan Sinar Putih
Menyenandungkan melodi irama hati
Cahaya barat merayuku untuk berhenti
Karena terik telah berganti
Kini bersama sinar putih aku bercengkerama
Berselingkuh mengkhianati pijar timur
Di negeri khayalan tanpa logika
Yang tak mungkin membingungkanku pada pilihan
Sungguh bahagia mendua dengannya
Tapi pijar timur mendendam
Menjauhkanku dari hangatnya rembulan
Menghadapkan pada gersangnya kehidupan
Persidangan Karakter Topeng Emas Manis
Beribu wajah manusia dengan carut marut keburukan dilapisin topeng emas penuh kemanisan
Sungguh bukan lagi hal tabu yang menakutkan di masa egosentris seperti saat ini
Kepekaan diri menjadi penting untuk terhindar dari buaian yang menyesatkan
Pengelabuan dan pengkhianatan adalah sayatan sembilu yang sakitnya ribuan kali dari sekedar ejekan belaka
Inilah persidangan karakter topeng emas
Dirasakan segelitir orang untuk mematikan langkah mereka
Asah peka dirimu untuk jadi tameng kuat melawannya
Menengadah dan teruslah menengadah menatap silau kilaunya yang meleleh terbakar matahari
Menghancurkan topeng emas manis dan menyuguhkan carut marut sebagai sebuah fakta
Tak Pernah Menyesal
Selasa, 27 Juli 2010
Aku tak pernah menyesal
Selalu menjadi hal yang terlupakan
Mungkin waktu yang sedikit itu cukup bagiku
Dan kenangan yang berlalu, berhasil membentukku jadi katak dalam tempurung
Dan lagi-lagi aku tegaskan, aku tak pernah menyesal akan hal itu
Tapi ku hanya ingin meminta satu hal pada-Mu
Aku ingin Engkau memberiku kesempatan
Luang waktu panjang untuk membuat kebahagiaan
Hingga nanti ku lihat senyum terkembang
Senyum yang takkan terlupakan
Sampai kapan pun meski itu akhir waktu